Sunday, May 13, 2012

CHRISYE (MASIH) HIDUP!


Reportase Konser Kidung Abadi Tribute to Chrisye, Jakarta Convention Centre (JCC)


SOLOIS Gita Gutawa (19 tahun) memberikan kesaksiannya ketika 10 tahun yang lalu saat Chrisye dan ayahnya, Erwin Gutawa menggelar konser Dekade di JCC. Saat itu usia Gita baru 10 tahun.

Dari backdrop panggung yang ditata mutltimedia itu, sepotong rekaman di konser Dekade yang digelar pada tahun 2003 di gedung yang sama itu menampilkan Chrisye yang turun ke barisan penonton dan memberi microphone pada Gita untuk melanjutkan nyanyian dari salah lagu hitsnya, Pergilah Kasih.

Suasana mengharukan itu datang dari konser Kidung Abadi (05/04) yang diselenggarakan di JCC untuk mengenang penyanyi pop legendaris Chrismansyah Rahadi (1949 – 2007) atau yang lebih dikenal sebagai Chrisye. Chrismansyah adalah nama muallaf Chrisye ketika ia menikahi istrinya Yanti Noor pada 1982 dan memberi mereka empat orang anak.

Chrisye memulai karir bermusiknya pada 1967 sebagai basiss band Gypsy dan telah menghasilkan 31 album solo hingga akhir hayatnya.

Konser Kidung Abadi karya kolaborasi Erwin Gutawa dan Jay Subiakto itu menghadirkan kembali Chrisye dalam bentuknya yang virtual. Rekaman suara tenor khas Chrisye hadir dalam ruangan yang dipadukan oleh musik orkestra, juga tampilan visual Chrisye yang berinteraksi tidak saja dengan penonton tapi juga dengan musisi-musisi pendukung. Ketika berduet dengan Sophia Latjuba di lagu Setangkai Anggrek Bulan, Chrisye hadir bak duet ayah dan anak Nat King Cole dan Natalie Cole yang terpaut ruang waktu.

Selain Sophia Latjuba dan Gita Gutawa, konser itu menampilkan band GIGI, vokalis band Dewa Once Mekel, Vina Panduwinata, dan pemain biola Hendry Lamiri.  

Konser konseptual itu tak hanya menyajikan musik. Orkestra pimpinan Erwin mengiringi secara instrumentalia beberapa nomor hits Chrisye untuk mengiringi tarian-tarian kontemporer dan fesyen tradisional Indonesia.

Jay Subiakto, penggagas konser turut naik panggung dan menjelaskan bahwa pada Chrisye kita diingatkan akan capaian-capaian seni monumental karya anak bangsa. Semua lagu yang dinyanyikan Chrisye semasa hidupnya menggambarkan semangat itu. Kata anak bangsa menjadi semacam kunci dari pesan yang ingin disampaikan oleh konser itu. 

Dan meluncurlah nomor-nomor hits 80 dan 90an Chrisye, sejak Badai Pasti Berlalu, Aku Cinta Dia, Nona Lisa, Hip Hip Hura, Lilin Kecil, dan beberapa lagu lain yang akan selalu dikenang sepanjang masa.

Chrisye yang meninggal pada 30 Maret 2007 di Jakarta karena Kanker Paru-paru yang dideritanya adalah musisi yang menurut Erwin sangat digemari oleh para pencipta lagu. Suaranya yang khas dengan bahasa tubuh yang unik ketika bernyanyi, membuat banyak pencipta lagu yang ingin sekali lagunya dibawakan oleh Chrisye.

Sayangnya, hingga Chrisye berpulang, Erwin yang sudah sejak lama berkolaborasi dengannnya malah hanya punya satu komposisi lagu yang berjudul Kidung Abadi sebagai titel konser. Lirik lagu yang belum diproduksi ini diciptakan oleh Gita Gutawa dan menjadi lagu yang menutup konser.

Tapi setelah dua jam penuh konser berlangsung, Chrisye akhirnya berpulang. Di langit-langit ruang indoor JCC, secara virtual Chrisye dibuat melayang dan perlahan-lahan menghilang.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih, telah berkunjung ke blog saya

Postingan Sebelumnya..